SMP IT Abu Bakar Kembali Juara Umum MTQ 2015

SMPIT Abu Bakar Yogyakarta kembali meraih juara umum dalam gelaran lomba Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) tahun 2015 tingkat Kota Yogyakarta yang diadakan Kemeterian Agama (Kemenag) bersama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Yogyakarta.

Juara 1 Kepsek Berprestasi se-Kota Yogyakarta

Alhamdulillah, kami Perpustakaan Daarul 'Ilmi beserta seluruh keluarga besar SMPIT Abu Bakar Yogyakarta mengucapkan selamat kepada kepala sekolah kami, Ustadz Akhsanul Fuadi, S.Ag., M.Pd.I., yang telah berhasil meraih JUARA 1 Kepala Sekolah Berprestasi Tingkat SMP se-Kota Yogyakarta tahun 2015.

Selamat Datang Siswa Baru

Selamat datang kami ucapkan kepada seluruh siswa baru kelas VII A s/d kelas VII H di kampus SMPIT Abu Bakar Yogyakarta. Juga selamat bergabung dengan Perpustakaan Daarul Ilmi.

Wisata Pustaka ke Arpusda Kota Jogja

Wisata Pustaka ke Toko Buku Gramedia dan Kantor ARPUSDA (Arsip dan Perpustakaan Daerah) Kota Yogyakarta. Kegiatan ini kami laksanakan pada hari Ahad, bertepatan dengan PTP (Pekan Tidak Pulang) bagi siswa boarding putra.

Kerjasama Pemanfaatan Koleksi dengan Perpustakaan Esluha

Perpustakaan Daarul Ilmi SMPIT Abu Bakar dan Perpustakaan Daarul Hikmah SDIT Lukman Al-Hakim mengadakan kerjasama pemanfaatan koleksi.

Monday, 28 April 2014

Perawatan dan Perbaikan Buku

Sebagai salah satu unsur utama sebuah perpustakaan, buku merupakan hal pokok yang sangat penting untuk dijaga kondisi dan keadaannya. Buku harus selalu dirawat, diperlakukan dengan baik, dan diperbaiki jika terjadi kerusakan padanya. Perawatan dan perbaikan ini mencakup banyak hal, antara lain pembersihan, fumigasi, hingga penjilidan dan penyampulan buku.

Perpustakaan kami pun selalu melakukan hal tersebut secara rutin. Setiap pagi kami melakukan pembersihan buku2 di rak dengan vacum cleaner. Melakukan penyampulan buku dengan plastik sampul, hingga melakukan penjilidan dan penyampulan ulang pada buku2 yang mengalami kerusakan.
 
Salah satu koleksi kami yang rusak jilidannya.

Wednesday, 23 April 2014

Perpustakaan Daarul Ilmi Sekarang

Klik gambar untuk melihat penuh.
Perpustakaan Daarul Ilmi saat ini telah mengalami perkembangan yang cukup pesat. Selama 2 tahun ini (terhitung semenjak tahun 2012 sampai dengan tahun 2014 ini), telah banyak kemajuan yang diraih perpustakaan Daarul Ilmi, salah satunya adalah penambahan sarana-prasarana. Ruangan bagi sebuah perpustakaan memiliki peran yang sangat vital, karena dengan tersedianya ruangan yang memadai dan dilengkapi dengan segala kelengkapannya, maka akan menjadikan perpustakaan akan semakin nyaman.

Tuesday, 22 April 2014

Mahasiswa UIN SuKa obeservasi di Daarul Ilmi

Hari Sabtu tanggal 19 April 2014 kemaren, kami menerima 6 orang mahasiswa dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Jurusan S1 Ilmu Perpustakaan. Keenam mahasiswa itu adalah Mega Istiqomah, Wika Desy Rahmawati, Ari Triyahya, M Imam Maswadi, Khadziq Marzuqi, dan Agus Yulianto Prasetyo. Mereka diterima langsung oleh Kepala Perpustakaan Daarul Ilmi, yaitu Ustadz Teguh Prasetyo Utomo. A.Md.

Kerjasama Pinjam Koleksi antara Perpustakaan Daarul Ilmi dengan Perpustakaan Kota Yogyakarta

Alhamdulillah, setelah sekian lama menunggu untuk bisa melaksanakan kerjasama dengan instansi lain, ahirnya pada tangga 11 April 2014 lalu telah ditandatangani MoU (Memorandum of Understanding - Nota Kesepahaman) antara Perpustakaan Daarul Ilmi SMP IT Abu Bakar Yogyakarta dengan Perpustakaan Kota Yogyakarta.

MoU antara Perpus Kota Jogja dengan Perpustakaan Daarul Ilmi

Friday, 20 December 2013

Delisa, sosok asli di balik novel yang meng-inspirasi



Delisa Fitri Rahmadani, sosok asli Delisa
Dialah Delisa, korban tsunami yang kisahnya di-film-kan & dibukukan dalam "Hafalan Shalat Delisa". Meski salah satu kakinya telah diamputasi, dia tetap tegar berdiri ditengah panggung peringatan 8 tahun tsunami yang dipusatkan di Museum Tsunami Banda Aceh siang tadi.

Nama lengkapnya adalah Delisa Fitri Rahmadani, ia biasa dipanggil Delisa. Gadis tersebut lahir di Ulee Lheu Banda Aceh 15 Desember 1997 silam. Saat kejadian itu, ia masih berusia 8 tahun 15 hari. Waktu itu ia masih duduk di kelas dua MIN Ulee Lheu Banda Aceh. Ia tidak hanya kehilangan kaki kirinya, namun ibunya, Salamah dan ketiga saudara kandungnya juga ikut ditelan gelombang maha dahsyat tersebut.

Delisa dalam salah satu adegan di film.
Kini delisa menjalani hari-harinya dengan bantuan tongkat dan kaki palsunya. Ia tinggal bersama ayahnya, Bakhtiar dan seorang abangnya yang selamat. Ia kini duduk di kleas satu SMK 5 Telkom Banda Aceh. Sejak masih smp, ia pernah menjadi juara umum disekolahnya. Tidak hanya menonjol dalam prestasi akademik, gadis ini juga lihai memainkan alat musik keyboard.

"Saya berterima kasih kepada Allah swt, yang telah mengambil salah satu kaki saya, di luar sana masih banyak Delisa-Delisa lain yang mungkin lebih dari saya" ujarnya. Kelak, Delisa bercita-cita ingin menjadi pemain musik dan pengarang buku. Ia juga berkeinginan membuat komunitas untuk anak-anak cacat, sebuah keinginan yang sangat mulia tentunya. Tetap semangat Delisa, do'a kami selalu menyertai mu dalam menggapai cita-cita mulia, amiin..!!

Sampul novel "Hafalan Sholat Delisa"
**Berbagai sumber

Thursday, 12 December 2013

Kondisi Awal Perpustakaan Daarul Ilmi

Perpustakaan Daarul Ilmi saat itu...

Beginilah kondisi awal Perpustakaan Daarul Ilmi kita tercinta ini. Gambar2 ini diambil pada saat Ustadz Teguh melakukan PKL (Praktek Kerja Lapangan) pada kurun waktu 5 Maret s/d 5 Mei 2012 bersama dengan rekan2 satu timnya yaitu Ira Uffa Dwi Ratih Fijayanti (yang saaat ini melanjutkan studi S1-nya di jurusan Ilmu Perpustakaan Universitas Airlangga) dan Sri Rahayu (Yang saat ini menjadi Pustakawati di SMA Bunda Rangkiang Bogor). Terlihat betapa kondisi perpustakaan saat itu masih sangat minim, sehingga Ustadz Teguh bersama rekan2 tim PKL-nya harus bekerja keras membangun sistem perpustakaan kita ini agar menjadi lebih teratur dan modern dengan menggunakan standar2 ilmu perpustakaan.

Dalam masa PKL waktu itu, Ustadz Teguh dengan rekan2 timnya melakukan rombak total perpustakaan, yang pada waktu itu masih sangat sederhana, di mana pada waktu itu perpustakaan belum terkelola secara standar. Ustadz Teguh dengan rekan2nya melakukan kegiatan pengolahan koleksi mulai dari inventarisasi koleksi, stampling, klasifikasi koleksi, labeling, input data ke sistem automasi perpustakaan, bongkar2 rak, penyiangan koleksi, pengadaan sarana-prasarana perpustakaan mulai dari rak buku, meja baca, meja sirkulasi, printer dsb. Saking banyaknya hal yang harus dikerjakan pada wakttu itu, sampai2 Ustadz Teguh dengan rekan2nya dengan suka rela melakukan PKL lanjutan setelah mereka ditarik pada tanggal 5 Mei 2012. Ustadz Teguh dengan rekan2nya masih melakukan PKL lanjutan hingga hampir 1 bulan setelah penarikan dari kampus. Ini menjukkan betapa luar biasanya mereka dalam berkomitmen nyata untuk memajukan perpustakaan ini.

Dan dari hasil kerja tim PKL inilah ahirnya dapat dilihat sekarang perpustakaan Daarul Ilmi semakin berkembang dan terus mengalami kemajuan. Hal ini tak lepas dari upaya tim PKL yang luar biasa ini dalam membangun "pondasi" dalam pengelolaan perpustakaan Daarul Ilmi ini.

Berikut ini beberapa gambar kondisi perpustakaan Daarul Ilmi saat itu..

Rak-rak koleksi saat itu

Ruang baca perpustakaan