SMP IT Abu Bakar Kembali Juara Umum MTQ 2015

SMPIT Abu Bakar Yogyakarta kembali meraih juara umum dalam gelaran lomba Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) tahun 2015 tingkat Kota Yogyakarta yang diadakan Kemeterian Agama (Kemenag) bersama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Yogyakarta.

Juara 1 Kepsek Berprestasi se-Kota Yogyakarta

Alhamdulillah, kami Perpustakaan Daarul 'Ilmi beserta seluruh keluarga besar SMPIT Abu Bakar Yogyakarta mengucapkan selamat kepada kepala sekolah kami, Ustadz Akhsanul Fuadi, S.Ag., M.Pd.I., yang telah berhasil meraih JUARA 1 Kepala Sekolah Berprestasi Tingkat SMP se-Kota Yogyakarta tahun 2015.

Selamat Datang Siswa Baru

Selamat datang kami ucapkan kepada seluruh siswa baru kelas VII A s/d kelas VII H di kampus SMPIT Abu Bakar Yogyakarta. Juga selamat bergabung dengan Perpustakaan Daarul Ilmi.

Wisata Pustaka ke Arpusda Kota Jogja

Wisata Pustaka ke Toko Buku Gramedia dan Kantor ARPUSDA (Arsip dan Perpustakaan Daerah) Kota Yogyakarta. Kegiatan ini kami laksanakan pada hari Ahad, bertepatan dengan PTP (Pekan Tidak Pulang) bagi siswa boarding putra.

Kerjasama Pemanfaatan Koleksi dengan Perpustakaan Esluha

Perpustakaan Daarul Ilmi SMPIT Abu Bakar dan Perpustakaan Daarul Hikmah SDIT Lukman Al-Hakim mengadakan kerjasama pemanfaatan koleksi.

Monday, 22 June 2015

Sekilas Prestasi SMP IT Abu Bakar (2)

Melanjutkan artikel sebelumnya, berikut ini kami tampilkan prestasi-prestasi SMPIT Abu Bakar Yogyakarta di beberapa bidang yang lain di berbagai tingkatan.

3. Prestasi Bidang Olahraga

Tingkat Nasional

Klik untuk memperbesar

Tingkat Provinsi (DIY)

Klik untuk memperbesar

Klik untuk memperbesar

Klik untuk memperbesar


Klik untuk memperbesar

Tingkat Kabupaten/Kota (Yogyakarta)

Klik untuk memperbesar

Klik untuk memperbesar

Klik untuk memperbesar

**bersambung....

Sekilas Prestasi SMP IT Abu Bakar (1)

SMPIT Abu Bakar

Alhamdulillah.. sampai saat ini, sekolah kami SMPIT Abu Bakar semakin dipercaya oleh masyarakat luas untuk mendidik putra-putri mereka. Hal ini tak lepas dari banyaknya prestasi yang telah di raih oleh SMPIT Abu Bakar, baik itu di bidak akademis maupun non akademis. Antara lain yang akan kami tampilkan berikut ini.

1. Prestasi Belajar Siswa (Hasil UN dan US)
Klik untuk memperbesar
2. Prestasi Siswa (Bid. Akademik)

Tingkat Nasional

Klik untuk memperbesar

Tingkat Regional (DIY-Jateng)

Klik untuk memperbesar
Tingkat Propinsi (DIY)

Klik untuk memperbesar
Tingkat Kabupaten/Kota (Yogyakarta)

Klik untuk memperbesar

**bersambung...

Saturday, 20 June 2015

Membaca (2) : Adalah Solusi

Bahagia itu membaca
“Orang yang banyak membaca, maka ia banyak tahu. Setelah tahu, maka akan mudah untuk mencapai sesuatu”.

Seperti pepatah mengatakan “Orang yang malas membaca, maka ia paling dekat dengan kebodohan, kebodohan paling dekat dengan kemalasan. Kemalasan paling dekat dengan kemiskinan”. Dari itu, membaca merupakan perintah khusus kepada manusia untuk mendalami ilmu pengetahuan.

Jika kita bercermin kepada negara tetangga Malaysia, Jepang, Eropa dan China, jauh lebih berkembang dibandingkan negara Indonesia yang jumlah penduduknya mencapai 241.973.879 juta jiwa. Kalau indeks perkembangan membaca di Indonesia hanya 0,009, Sementara kita melihat negara Jepang berindeks 156. Jangan salahkan orang Jepang kalau mereka lebih cerdas dan maju dalam teknologi. Jangan heran kalau produk-produk Jepang dapat menguasai pasar dunia, termasuk Indonesia. Dan jangan marah kalau negara kita sering dikerjain oleh negara Malaysia. Itu karena bangsa kita belum menunjukkan budaya yang peka terhadap ilmu pengetahuan.

Kasus tersebut seharusnnya menuntut bangsa Indonesia agar lebih peka terhadap dunia membaca. Dengan pengetahuan, kita bisa mengetahui dunia. Membaca mengajarkan kita bagaimana mengetahui alam berproses, mengajarkan kita untuk bisa berkembang menuju perbaikan yang baik. Melihat kondisi Indonesia masih pada garis kemiskinan, maka membaca merupakan solusi tepat untuk mengatasi kemiskinan tersebut.

Untuk menuntaskan ketertinggalan bangsa ini dengan negara lain maka ada beberapa solusi yang perlu dilakukan secara bersama pertama meningkatkan budaya membaca sekurang-kurang menyisakan waktu satu jam saja. Jika kegiatan membaca lebih dari satu jam maka lebih baik. Kedua, setiap wilayah Provinsi, Kabupaten, Kecamatan, bahkan sampai di Desa/Kelurahan, harus ada perpustakaannya. Bahkan jika dimungkinkan, lebih jauh lagi bisa sampai tingkat kampung (RT/RW) ada taman baca masyarakat (TBM) di sana. Hal ini agar mendorong masyarakat mencintai membaca melalui ketersedian informasi yang sudah diberikan oleh pemerintah. Ketiga pendidikan orang tua lebih diutamakan. Karena, untuk meningkatkan budaya baca harus dididik sejak usia dini.

Seperti halnya sebuah ungkapan Samual Smele “Taburkanlah suatu pikiran, maka kamu akan menuai perbuatan. Taburkanlah suatu perbuatan, maka kamu akan menuai kebiasaan. Taburkanlah suatu kebiasaan, maka kamu akan menuai karakter. Taburkanlah suatu karakter, maka kamu akan menuai takdir”

**selesai.

Thursday, 18 June 2015

Membaca (1) : Pesan dari Langit

Q.S. Al-Alaq ayat 1-5

Oleh:  Teguh Prasetyo Utomo, A.Md. (Koordinator Perpustakaan Daarul Ilmi)

‘Iqra’ (bacalah) denqan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah Menciptakan manusia dari segumpal darah. Iqra’ (bacalah), dan Tuhanmu lah yang Paling Pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam (pena). Dia mengajarkan kepada manusia apa sang tidak diketahuinya.
(Q. Al ‘Alaq: 1-5)

Rasulullah SAW sebelum menerima wahyu, Ia belum mengenal baca dan tulis. Sedangkan Rasul diperintahkan oleh Allah SWT melalui malaikat Jibril untuk memperbaiki ahklak manusia. Namun, Rasulullah mempertanyakan kepada Jibril, bagaimana mungkin Ia bisa melakukan titah tersebut sedangkan Ia tidak bisa membaca dan menulis ? Kemudian Jibril membisikkan kepada Rasulullah “Bacalah”. Di Gua Hira lah wahyu Allah SWT pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, yaitu firman Allah SWT yang diawali dengan perintah untuk membaca (Iqra’ ; bacalah).

Bacalah agar dirimu mulia merupakan pesan dari langit kepada seluruh ummat manusia yang telah diciptakan akal dan pikiran. Akal adalah pembeda manusia dengan binatang. Seumpama binatang diberikan akal, pasti mereka juga diperintahkan untuk membaca agar tidak tersesat di hutan belantara. Manusia adalah karya terbesar Tuhan di seluruh alam. Mahakarya Allah SWT tidak bisa jangkau oleh seorang manusia. “Andai seluas gunung, langit dan bumi, maka tidak akan pernah habis kau tulis tentang kekuasaan Allah” begitu perumpaan bagi orang-orang yang menuntut ilmu. Selain manusia adalah mahkluk yang paling sempurna diciptakan, maka manusia harus menggunakan akalnya untuk mencapai Ridha Illahi, pencapaian itu takkan terwujud tanpa ada pembekalan ilmu pengetahuan. Yang menjadi masalah adalah sudahkah kita tingkatkan budaya membaca?

Biasanya, orang yang malas dan enggan mencari ilmu pengetahuan sering kali dihadapkan dengan masalah-masalah besar namun belum menemukan solusinya baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Kemalasan tersebut mendorong seseorang yang mau hidup apa adanya bukan apa-apanya. Padahal sudah jelas bahwa “Allah akan meninggikan derajat bagi orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang berilmu pengetahuan beberapa derajat." (QS Al-Mujadalah ayat 11).

Malas membaca akan menjadikan pikiran seseorang menjadi “Error” artinya miskin akan ilmu pengetahuan sehingga melahirkan tindakan yang tidak diinginkan seperti mencuri, memaki, dan perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh Tuhan. “dan perumpamaan-perumpamaan ini kami buat untuk manusia, dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang berilmu." (QS Al-Ankabut ayat 43).

Selain itu, gejolak malas membaca juga mempengaruhi kesejahtraan ekonomi rakyat. Pasalnya, mengukur sebuah negara yang maju maka lihatlah seberapa banyak Universitasnya, untuk melihat kualitas Universitas maka lihatlah perpustakaannya (juga untuk mengukur kualitas sebuah sekolah, lihatlah perpustakaannya). Karena perpustakaan adalah sumber ilmu pengetahuan yang mengajak mahasiswa (dan siswa) untuk mencintai dunia membaca. Untuk menjauhi error spanning seperti itu maka kita perlu meningkatkan kualitas diri sebagai ummat manusia agar lebih mencintai ilmu pengetahuan yang dilandaskan dengan keyakinan. Sehingga kualitas diri bisa membentuk ESQ (Emotional Spiritual Qoution - Kecerdasan Emosi dan Spiritual) secara tepat.

*bersambung...

Wednesday, 17 June 2015

Benah-Benah Perpus


Perpustakaan ditata ulang ^_^
Semrawut dan awut-awutan. Ya,, itulah kondisi perpustakaan kami saat ini. Bukan karena gempa bumi, atau perang dunia ke-3, tapi karena kami tengah melakukan penataan ulang (re-formasi) tata ruang perpustakaan Daarul Ilmi. Ini kami lakukan dalam rangka menyambut tahun ajaran baru 2015/2016 serta untuk persiapan akreditasi sekolah yang in syaa Allah akan dilaksanakan awal Agustus nanti.

Maka dari itulah... mumpung sedang liburan, anak-anak tidak ada di sekolah, kami melakukan pembenahan perpustakaan. Mulai dari angkat-angkat rak, meja, kursi, penataan ulang (re-selfing) buku-buku ke rak. Selai itu kami juga mulai membenahi beberapa sar-pras perpustakaan yang kurang/rusak. Kemudian juga, mencetak dan menjilid data-data administrasi perpustakaan, mulai dari data jumlah kunjungan, data sirkulasi, data inventarissasi koleksi, dll yang semula kami simpan dalam bentuk data digital, kini kami printout dan kami jilid rapi. Agar nanti jika sewaktu-waktu tim asesor menanyakan, langsung kami suguhkan data-data tersebut. ^_^

Masih berantakan

Hmmmmm.... bagaimana nanti wajah perpustakaan setelah (sekian kali) dilakukan penataan ulang tata ruangnya? Tunggu saja... ^_^

Bebas Pustaka 2015


Pengumuman Bebas Pustaka
Bebas Pustaka adalah salah satu layanan yang diberika oleh Perpustakaan Daarul Ilmi SMP IT Abu Bakar Yogyakarta setiap ahir tahun ajaran untuk siswa-siswi kelas IX yang telah menyelesaikan UN. Bebas Pustaka merupakan salah satu syarat administratif dari sekolah untuk proses kelulusan siswa. Siswa kelas IX tidak akan bisa mendapatkan ijazah, rapot dan surat keterangan lulus jika belum mendapatkan Surat Keterangan Bebas Pustaka (SKBP) dari perpustakaan.
Adapun syarat untuk mendapatkan SKBP ini adalah sebagai berikut:
  1. Mengembalikan seluruh koleksi yang dipinjam.
  2. Membayar (melunasi) denda atas keterlambatan peminjaman, merusakkan atau menghilangkan buku yang dipinjam. (merusakkan/menghilangkan buku wajib mengganti dengan buku yang sama)
  3. Menyumbangkan buku NON MAPEL sejumlah (minimal) 2 eksemplar ( 1 buku wajib & 1 buku pilihan) dengan tema berikut ini: (lihat gambar)
Tema buku yang harus disumbangkan (klik untuk memperbesar)
Permohonan surat bebas pustaka dilayani mulai tanggal 22 Juni 2015 setiap jam 08.00 s/d 14.00 wib di Perpustakaan Daarul Ilmi.

NB: 
  • TIDAK MENERIMA sumbangan buku KECIL dan/atau TIPIS
  • Surat bebas pustaka merupakan salah satu syarat WAJIB untuk mengambil ijazah dan rapot.
"Berikan yang terbaik untuk almamatermu yang telah membesarkan jiwamu, meluaskan ilmumu dan mensholihkan akhlakmu." 

Atas kerjasamanya kami mengucapkan terimakasih. Jazakumullah akhsanal jaza'